Masjid Jakarta Islamic Center (JIC)

Kota jakarta yaitu ibukota Indonesia yang pasti tempat itu begitu ramai untuk dikunjungi banyak orang-orang. Jadi tidaklah heran seandainya banyak bangunan megah yang berada di kota ini, satu diantaranya bangunan megah yang berada di jakarta ini yaitu masjid JIC atau Masjid Jakarta Islamic Center. Untuk tiap-tiap masjid yang begitu megah bahkan juga begitu megah pasti peranan seseorang pembuat kubah masjid begitu diperlukan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan membuat suatu masjid. Untuk membuat kubah sendiri juga diperlukan bahan dasar untuk membuatnya salah satunya bahan yang dipakai untuk kubah yaitu kubah masjid aluminium.

Tempat untuk membangun Masjid Jakarta Islamic Center ini dulunya adalah lokasi resosialisasi kramat tunggak yang memiliki nama resmi panti sosial karya wanita atau bhs mudahnya yaitu lokasi PSK yang berada di jalan kramat jaya RW 19, Jakarta Utara. lokasi resosialisasi kramat tunggak ini populer dengan pusat jajanan hidung belang, tidak cuma populer di indonesia bahkan populer hingga Asia Tenggara. Hingga mengakibatkan banyak problem sosial, setelah itu pada th. 1998 gubernur keluarkan surat keputusan mengenai penutupan panti sosial selambat lambatnya pada akhir bln. desember 1999. Sesudah dikerjakan penutupan banyak ide yangn keluar untuk mengelola lahan itu, ada yanng berusul untuk memakai lahan itu jadi mall, perkantoran dan lain sebagainya. Namun gubernur H Sutiyoso menyarankan idenya untuk membuat Islamic Centre.

Arsitektur Masjid Jakarta Islamic Center

Masjid Jakarta Islamic Center ini mulai diresmikan pada 4 Maret 2003 yang bisa menampung jamaah sekitaran 20 ribuan jamaah. Hadirnya bangunan JIC ini tidak cuma mengubah tanah hitam jadi tanah putih tetapi juga diinginkan bisa jadi pusat peradapan islam di Indonesia bahkan juga Asia Tenggara, diluar itu juga jadi lambang kebangkitan agama islam. Jadi Islamic Center tidak cuma ada bangunan masjid yang besar namun juga diperlengkapi dengan sarana yang lain seperti gedung perkantoran, aula dan sarana pendukung yang lain. Kompleks Islamic Center ini adalah paling besar di Indonesia yang berkesan megah dan tentunya moderen. Arsitektur Masjid Jakarta Islamic Center ini begitu kental dengan style usmaniyah, arsitektur style usmaniyah sendiri begitu iddentik dengan ukuran bangunan yang begitu tinggi, kubahnya yang besar dan menaranya yang lancip dan ramping.

Untuk ruangan paling utama pada masjid ini begitu serupa dengan masjid classic usmaniyah karna tidak ada tiang penyanggah. Pada pemakaian atap masjid ini sama juga dengan masjid agung di kota cimahi Jawa Barat. Untuk menggantikan kekosongan pada ruangan paling utama karna tidak ada tiang penyangga jadi didatangkan dekorasi ciri khas betawi pada langit langit masjid ini dengan penambahan warna biru dan nuansa langit didalam masjid ini. Di bagian kubah besar ada jendela trasparan yang membuat pola menara menara kecil. Untuk area dinding masjid ini dipakai warna yang cerah supaya kontras dengan warna langit langit masjid yang gelap. Ruangan sholat paling utama di masjid ini berada di lantai 2 serta ada tangga besar untuk mengarah ke lantai 2 ini. Terkecuali ada tangga di masjid ini diperlengkapi dengan eskalator untuk memudahkan jamaah menuju ke lantai tingkatan berikutnya di masjid ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *