Masjid Wapauwe Maluku Tengah

Masjid Wapauwe ini ada di desa Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah yang telah berusia 7 abad. Masjid Wapauwe ini dibuat pada th. 1414 dan masih berdiri kuat hingga sekarang ini. Hal semacam ini mungkin saja satu diantara tanda kebesaran Allah SWT yang menginginkan dipertunjukkan untuk memperlihatkan pada kita umat manusia. Kubah masjid pada Masjid Wapauwe ini di buat simpel dari pelepah sagu, setiap masjid yang menggunakan sebuah kubah pastinya memerlukan jasa pembuat kubah masjid. Masjid Wapauwe ini jadi bukti sejarah islam pada propinsi Maluku ini.

Arsitektur Masjid Wapauwe

Masjid ini ada diatas tanah warga yang mempunyai nama Teon Samaiha dengan bentuk yang simpel atau dapat di katakan masjid ini berdiri ditempat yang terkenal dengan peninggalan bersejarahnya. Bangunan masjid ini memiliki ukuran 10 kali 10 mtr. serta masjid ini mempunyai ruang penambahan. Walau ukurannya kecil serta masih tetap simpel masjid ini memiliki kekhasan yaitu masjid ini tidak memakai paku pada tiap-tiap sambungan kayunya. Dan di masjid ini menaruh mushaf Alquran yang katanya telah tua yang berada di Indonesia. Diluar itu disini ada juga Pusaka Marga Hatuwe yang masih tetap tersimpan baik dan dirawat dirumah pusaka Hatuwe. Masjid Wapauwe ini sudah sempat alami perbaikan yaitu pada th. 1464 yang dikerjakan oleh Jamilu. Lanjut pada th. 1895 yang perbaikannya dikerjakan oleh masyarakat Kaitetu dengan memberikan serambi di bagian depan dan timur masjid ini serta selalu merenovasi s/d th. 1997. Bangunan dari Masjid Wapauwe ini dapat disebut unik dengan menggunakan arsitektur tradisionil yang berbentuk elementer hingga bisa dilepas serta dipasang kembali bagian bagiannya. Untuk sisi didnding Masjid Wapauwe ini memakai pelepah sagu yang telah kering. Keutuhan dan keindahan dari Masjid Wapauwe ini tetap masih terjaga hingga saat ini

Histori Masjid Wapauwe

Untuk berdirinya Masjid Wapauwe ini tidak lepas oleh beberapa mubaligh islam yang datang dari Timur Tengah dengan membawa ciri khasnya sendiri. Awal mulanya nama masjid ini yaitu masjid wawane karna ada si lereng gunung wawane. Masjid ini sempat juga beralih tempat karna masalah dari belanda pada th. 1580 setelah bangsa portugis pada th. 1512. Sebelumnya belanda telah mengganggu orang-orang yang menganut agama islam serta mereka tidak nyaman dengan terdapatnya bangsa belanda serta Masjid ini dipindah ke kampung tehala pada th. 1614 yang mana tempatnya berada di daratan yang banyak ditumbuhi pohon mangga berabu atau mangga rimba, serta itu penyebabnya nama masjid ini jadi Masjid Wapauwe yang mempunyai makna masjid yang dibangun dibawah pohon mangga berabu. Factor factor berdirinya Masjid Wapauwe yaitu Masjid Wapauwe jadi tempat penyiaran agama islam di Maluku hingga lebih gampang dipahami oleh warga Maluku, dan juga Jadi fasilitas pendukung aktivitas agama yang berada di daerah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *